![]() |
| Lewat informasi yang dicantumkan dalam
CV itulah perusahaan bisa menentukan apakah mereka akan memanggil calon
karyawan itu atau tidak. |
Surat lamaran kerja, yang biasanya disertai dengan CV (curriculum vitae), bisa kita ibaratkan sebagai pembuka pintu perusahaan sebelum calon karyawan diberi kesempatan untuk wawancara.
Lewat
informasi yang dicantumkan dalam CV itulah perusahaan bisa menentukan
apakah mereka akan memanggil calon karyawan itu atau tidak. Dalam sebuah
survei, situs CareerBuilder.com menyebutkan tujuh dari 10 perusahaan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk membaca selembar CV.
Selanjutnya, dalam waktu yang singkat itu perusahaan bisa mengendus kebohongan-kebohongan yang dicantumkan calon karyawannya itu sehingga mereka membatalkan niat untuk memanggilnya ikut proses seleksi.
"Pencari
kerja memang ditantang untuk memberikan kesan yang bagus di depan
manajer sumber daya manusia yang membaca surat lamaran dan CV," ujar
Rosemary Haefner, kepala sumber daya manusia dari CareerBuilder, seperti
dikutip Forbes.com.
"Menghiasi
CV dengan kebohongan untuk meraih perhatian bisa menjadi bumerang bagi
pelamar kerja. Sebenarnya manajer sumber daya manusia rela untuk
mempertimbangkan calon karyawan yang tidak 100 persen cocok dengan
syarat perusahaan. Pencari kerja bisa meningkatkan kemungkinan mereka
direkrut dengan membuktikan prestasinya di masa lalu yang menunjukkan
kemampuannya untuk belajar," tambah Haefner.
Inilah lima kebohongan para pencari kerja yang mereka tampilkan dalam CV:
1. Melebih-lebihkan keterampilan yang dikuasai
Hasil
survei yang dilakukan oleh CareerBuilder menyebutkan bahwa sekitar 62
persen perusahaan menemukan calon karyawan melebih-lebihkan keterampilan
yang mereka kuasai.
Cara ini akan memalukan jika perusahaan menguji calon karyawan untuk menunjukkan kemampuannya.
2. Melebih-lebihkan tanggung jawab yang diemban
CareerBuilder
mengungkapkan sekitar 54 persen perusahaan menemukan calon karyawan
melebih-lebihkan tanggung jawab mereka dalam CV dan lamaran kerja.
Tanggung
jawab yang besar memang menunjukkan pentingnya seseorang dalam sebuah
perusahaan. Namun sebaiknya pelamar pekerjaan tidak berbohong mengenai
tanggung jawabnya di perusahaan sebelumnya.
3. Tanggal kerja
Rincian
periode waktu Anda bekerja di sebuah perusahaan akan membantu bagian
sumber daya manusia untuk mengetahui tingkat pengalaman calon
karyawannya. Sebanyak 39 persen perusahaan menemukan adanya kesalahan
waktu kerja yang dicantumkan dalam CV. Meski bukan kesalahan fatal,
namun adanya data yang salah dalam CV merupakan kekurangan yang
sebaiknya dihindari.
4. Nama jabatan
Sebanyak 31 persen perusahaan menemukan adanya kebohongan pelamar kerja dalam mencantumkan nama jabatan yang pernah dipegangnya.
Tidak
ada hal lain yang bisa menunjukkan betapa pentingnya Anda dalam sebuah
perusahaan selain nama jabatan. Namun, itu bukan berarti Anda bisa
seenaknya melebih-lebihkan jabatan yang Anda emban di perusahaan
sebelumnya. Perusahaan dengan mudah bisa melacak posisi Anda di
perusahaan lama dengan cara menanyakan ke perusahaan tersebut.
5. Gelar akademis
Gelar
akademis seseorang menunjukkan intelektualitasnya. Sering juga gelar
akademis menjadi syarat sebuah pekerjaan. Jika Anda belum pernah
mengenyam pendidikan yang membuat Anda berhak menyandang gelar tertentu,
jangan cantumkan gelar itu dalam CV. Sebanyak 28 persen perusahaan
menangkap basah calon karyawannya yang mencantumkan gelar palsu dalam
CV.
dirangkum dari beritagar.id





























