Kebohongan yang Tak Boleh Ditulis di CV

03.35.00

Lewat informasi yang dicantumkan dalam CV itulah perusahaan bisa menentukan apakah mereka akan memanggil calon karyawan itu atau tidak.
© Shutterstock
Surat lamaran kerja, yang biasanya disertai dengan CV (curriculum vitae), bisa kita ibaratkan sebagai pembuka pintu perusahaan sebelum calon karyawan diberi kesempatan untuk wawancara.
Lewat informasi yang dicantumkan dalam CV itulah perusahaan bisa menentukan apakah mereka akan memanggil calon karyawan itu atau tidak. Dalam sebuah survei, situs CareerBuilder.com menyebutkan tujuh dari 10 perusahaan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk membaca selembar CV.
Selanjutnya, dalam waktu yang singkat itu perusahaan bisa mengendus kebohongan-kebohongan yang dicantumkan calon karyawannya itu sehingga mereka membatalkan niat untuk memanggilnya ikut proses seleksi.
"Pencari kerja memang ditantang untuk memberikan kesan yang bagus di depan manajer sumber daya manusia yang membaca surat lamaran dan CV," ujar Rosemary Haefner, kepala sumber daya manusia dari CareerBuilder, seperti dikutip Forbes.com.
"Menghiasi CV dengan kebohongan untuk meraih perhatian bisa menjadi bumerang bagi pelamar kerja. Sebenarnya manajer sumber daya manusia rela untuk mempertimbangkan calon karyawan yang tidak 100 persen cocok dengan syarat perusahaan. Pencari kerja bisa meningkatkan kemungkinan mereka direkrut dengan membuktikan prestasinya di masa lalu yang menunjukkan kemampuannya untuk belajar," tambah Haefner.
Inilah lima kebohongan para pencari kerja yang mereka tampilkan dalam CV:

1. Melebih-lebihkan keterampilan yang dikuasai

Hasil survei yang dilakukan oleh CareerBuilder menyebutkan bahwa sekitar 62 persen perusahaan menemukan calon karyawan melebih-lebihkan keterampilan yang mereka kuasai.
Cara ini akan memalukan jika perusahaan menguji calon karyawan untuk menunjukkan kemampuannya.

2. Melebih-lebihkan tanggung jawab yang diemban

CareerBuilder mengungkapkan sekitar 54 persen perusahaan menemukan calon karyawan melebih-lebihkan tanggung jawab mereka dalam CV dan lamaran kerja.
Tanggung jawab yang besar memang menunjukkan pentingnya seseorang dalam sebuah perusahaan. Namun sebaiknya pelamar pekerjaan tidak berbohong mengenai tanggung jawabnya di perusahaan sebelumnya.

3. Tanggal kerja

Rincian periode waktu Anda bekerja di sebuah perusahaan akan membantu bagian sumber daya manusia untuk mengetahui tingkat pengalaman calon karyawannya. Sebanyak 39 persen perusahaan menemukan adanya kesalahan waktu kerja yang dicantumkan dalam CV. Meski bukan kesalahan fatal, namun adanya data yang salah dalam CV merupakan kekurangan yang sebaiknya dihindari.

4. Nama jabatan

Sebanyak 31 persen perusahaan menemukan adanya kebohongan pelamar kerja dalam mencantumkan nama jabatan yang pernah dipegangnya.
Tidak ada hal lain yang bisa menunjukkan betapa pentingnya Anda dalam sebuah perusahaan selain nama jabatan. Namun, itu bukan berarti Anda bisa seenaknya melebih-lebihkan jabatan yang Anda emban di perusahaan sebelumnya. Perusahaan dengan mudah bisa melacak posisi Anda di perusahaan lama dengan cara menanyakan ke perusahaan tersebut.

5. Gelar akademis

Gelar akademis seseorang menunjukkan intelektualitasnya. Sering juga gelar akademis menjadi syarat sebuah pekerjaan. Jika Anda belum pernah mengenyam pendidikan yang membuat Anda berhak menyandang gelar tertentu, jangan cantumkan gelar itu dalam CV. Sebanyak 28 persen perusahaan menangkap basah calon karyawannya yang mencantumkan gelar palsu dalam CV.

dirangkum dari beritagar.id

You Might Also Like

0 komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Subscribe